Featured :

Friday, January 29, 2016

Sistem Aeroponik

Berikut ini merupakan isi tugas kliping mata pelajaran bioekonomi kelas 11 mengenai sistem aeroponik. Diambil dari berbagai sumber di internet.

SISTEM AEROPONIK



DEFINISI

PENGERTIAN SISTEM HIDROPONIK

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. 

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Mekanisme penerapan sistem hidroponik cukup beragam. Diantaranya adalah Wick System, Nutrient Film Technique, Water Culture, dan Aeroponik. Diantaranya ialah sistem aeroponik yang akan dibahas dalam postingan ini.



PENGERTIAN SISTEM AEROPONIK
Kata aeroponik berasal dari bahasa Yunani dengan menggunakan kata aero yang berarti udara, dan ponus yang berarti daya.  Aeroponik merupakan penerapan teknik hidroponik yang memberdayakan udara sebagai media perakarannya. 

Cara budi daya menggunakan sistem aeroponik diterapkan pertama kalinya oleh Dr. Franco Massatini dari University of Pia, Italia. Di Indonesia, usaha aeroponik komersial pertama kali dilakukan oleh Amazing Farm pada tahun 1998 di Lembang, Bandung.

Jenis - jenis tanaman yang dapat ditanam secara aeroponik, diantaranya ialah sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Sayuran seperti salada, sawi, wortel, bawang merah, bawang daun, seledri, buah melon, tomat, mentimun, semangka, dan tanaman anggrek, kaladium, serta kaktus telah duiji ketahananya dalam sistem ini.



MANFAAT SISTEM AEROPONIK
Kebutuhan tanah yang lebih sempit untuk sistem aeroponik memberikan manfaat bagi petani yang tak memiliki lahan luas. Aeroponik memberikan peluang investasi bagi mereka yang hobi  memelihara tanaman dengan lahan yang tak lebih dari pekarangan rumah mereka. Usaha sistem aeroponik menjanjikan penghematan biaya dan bahkan kualitas jual yang lebih terjamin. 


CARA KERJA DAN PROSES


Dalam sistem aeroponik, udara yang memiliki larutan hara tinggi diberdayakan sehingga membentuk kabut dan mengenai batang dan akar tanaman. Udara ini disemprotkan dengan larutan nutrisi untuk tumbuhan dan kemudian membentuk kabut buatan. 

Penerapan aeroponik sederhana dapat dilakukan dengan langkah – langkah berikut. Pertama, styrofoam berbentuk lembaran diberi lubang di bagian tengahnya. Kemudian, menggunakan ganjal busa atau rockwool, seikat sayuran dimasukan dan tertahan dalam lubang pada styrofoam tersebut, dengan keadaan akar tanaman menjuntai ke bawah.
Sebuah mekanisme penyiraman atau sprinkler kemudian diposisikan dibawah helaian styrofoam tersebut, sehingga larutan yang keluar dari sprinkler akan terbawa udara dan menguap menuju akar tanaman yang ada diatasnya.

Sprinkler ini dijalankan pompa bertekanan tinggi dan harus terus – menerus menyemprotkan larutan zat hara. Sebab bilamana pompa berhenti lebih dari 20 menit saja sejak penyemprotan terakhir, tanaman akan layu. Bagian yang tak kalah penting ialah pengikatan oksigen oleh kabut air sehingga kandungan oksigen untuk respirasi akar juga ikut meningkat.

Prinsip dasar sistem aeroponik
Pada skema aeroponik diatas, tanaman digantung  pada bak penampung dan diposisikan berada diatas sprinkler yang akan menyemprotkan zat hara secara periodik, membentuk kabut. Cadangan zat hara disimpan dalam reservoir dan mengalir menuju pompa untuk kemudian disemprotkan.

Sayuran yang baik untuk ditaman secara aeroponik antara lain selada, kangkung, kailan, dan caisim. Sayuran yang digunakan biasanya ialah yang sudah berumur beberapa minggu. Uniknya, sayuran hasil budi daya aeroponik terbukti memiliki kualitas baik, segar, higienis, dan beraroma lebih kuat. Itu sebabnya sayuran aeroponik biasa dikonsumsi kalangan menengah keatas.

Akar tanaman diposisikan tergantung di udara dengan ditampung styrofoam. Pengkabutan merata menggunakan udara akan mengakibatkan akar menyerap larutan nutrisi pada udara tersebut. Aeroponik memiliki ciri khas yang membuatnya sangat efektif karena dapat menghasilkan butiran cairan atau droplet yang berukuran sangat kecil sehingga mudah diserap  bagian tanaman.  Penggunaan udara membuat tanaman mampu memperoleh O2 dengan jumlah lebih banyak dibanding media perakaran lainnya, seperti tanah padat. Ini juga mengakibatkan dipercepatnya proses metabolisme tumbuhan beserta pertumbuhannya. Selain itu, sistem aeroponik juga menghemat penggunaan air dan pupuk.

Terdapat 2 jenis sistem aeroponik, yakni Low Pressure Aeroponic dan High Pressure Aeroponic. Keduanya berbeda  dalam hal ukuran partikel air beserta metode penyemprotannya. Aeroponik bertekanan rendah membutuhkan biaya cukup mahal namun sangat mudah dibuat. Sayangnya, aeroponik tekanan rendah tidaklah efisien. Pompa yang bertekanan rendah ini tak mampu membentuk kabut halus yang menjangkau lebih sedikit tanaman. Sistem ini lebih cocok digunakan  dalam skala instalasi rumahan. 

Sebaliknya, aeroponik bertekanan tinggi pernah dikembangkan oleh NASA  untuk penelitian menanam di luar angkasa. Sistem ini lebih mahal, lebih sulit perawatannya, namun menjamin penyerapan nutrisi yang lebih padat. Sistem ini memerlukan air bertekanan antara 60 hingga 80 PSI, sehingga mampu membentuk kabut halus yang menjangkau lebih luas.
Skema high-pressure aeroponic yang digunakan pada umumnya
Larutan nutrisi yang tersimpan di reservoir dipompa menuju pressure tank oleh pompa booster. Pompa booster terhubung dengan timer atau saklar yang menentukan periode penyiraman. Penyiraman biasanya berlangsung 2 hingga 4 detik dengan periode 3 - 5 menit. Pressure tank akan berfungsi memberikan tekanan pada pompa. Sifat air yang menekan ke segala arah akan menyebabkan tekanan air yang dikeluarkan tiap sprinkler sama dengan debit air yang sama pula, sekitar 1.5 mililiter per detik untuk setiap mist sprayer / sprinkler. Setiap mist sprayer dapat menjangkau area hingga 60x60 cm.
Sesi penyemprotan berlangsung hingga tekanan dalam tangki turun dari 80 PSI saat mulai penyemprotan, hingga 60 PSI. Saklar akan kemudian membuat pompa booster menekan kembali pressure tank hingga 80 PSI. Titik - titik air yang tidak berhasil terserap akar akan diletakkan kembali ke reservoir.

Semisal suatu sistem aeroponik tekanan tinggi dibuat melakukan penyemprotan selama 2 detik untuk periode 5 menit sekal, maka volume air yang dikeluarkan tiap sprinkler dirumuskan sebagai 2 detik . 1.5 ml/detik . 5 ml/menit = 0.6 mililiter per menit. Bilamana terdapat 40 mist sprayer, makan total pengeluaran volume air ialah 40 . 0,6 = 24 mililiter/menit. Ini membuat satu pompa mampu memberdayakan ratusan mist sprayer, selama waktu yang dibutuhkan pompa untuk mengisi kembali tekanan pada pressure tank masih lebih cepat dibanding waktu yang diperlukan untuk menurunkan dari 80 hingga 60 PSI pada saat penyemprotan.



PRINSIP PEMBUATAN HIGH PRESSURE AEROPONIC
1. Pembuatan wadah tanaman dapat dibuat meniru bentuk kolam menggunakan styrofoam tebal, dengan ketinggian 30 - 50 cm.

2. Mist sprayer yang digunakan memiliki lubang maksimal 0.8 mm. Biasa terdapat pada toko perlengkapan greenhouse atau sarana irigasi. Berikut ini mist sprayer bermerek Antelco yang khusus dibuat untuk membentuk kabut.

3. Timer  yang digunakan adalah cycle timer yang biasa terdapat pada lampu kuning flip-flop. Timer digital tak dapat digunakan.

4. Pemilihan pompa booster dan pressure tank perlu memperhatikan panjang dan ketinggian wadah tanaman yang direncanakan. Pressure tank pada prinsipnya hanya meringankan kerja pompa booster. Semakin besar tankinya, maka umur pompa booster bisa bertahan lebih lama.

5. Volume reservoir dapat disamakan seperti dalam sirkulasi NFT, yaitu 1 liter untuk 3 tanaman.

PERAWATAN SISTEM HIGH PRESSURE AEROPONIC
Penyemprotan tidak boleh dilakukan terlalu sering sehingga menghasilkan embun di akar. Kelembaban juga sebaiknya didasarkan pada Relative Humidity pada 60 - 70%. Penggantian nutrisi sebaiknya dilakukan saat persedian di reservoir habis. Air dalam pressure tank juga perlu dikosongkan dahulu. Penempatan pressure tank, reservoir, beserta pompa booster juga tak seharusnya yang berkontak langsung dengan sinar matahari.



KELEBIHAN - KELEMAHAN


KELEBIHAN

Sistem aeroponik memiliki kebutuhan lahan yang lebih sempit, dan tak memerlukan kontur yang datar. Ini dikarenakan sistem aeroponik menggunakan udara sebagai media perakarannya. Selain itu, sistem aeroponik dapat disusun secara vertikal tanpa mengurangi produktifitas lahan. 

Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan sayuran yang baik relatif lebih cepat dibanding media perakaran di tanah. Sayuran sudah dapat dipanen setelah kurang – lebih 1 bulan. Dan bilamana kita menanam sayuran untuk setiap harinya, maka setiap hari pula kita dapat memanen sayuran. Sistem aeroponik tak memerlukan pengolahan lahan karena penyiraman dapat otomatis dilakukan dengan mekanisme timer. 

Penggunaan air dalam sistem aeroponik terbukti sangat efisien dibanding menyiram di tanah padat. Dengan begitu, tenaga kerja manusia yang diserap juga lebih sedikit. Pertumbuh-kembangan yang dialami tanaman juga sangat intensif - efisien. 

Selain itu,  sistem aeroponik membuat kita dapat memperkirakan keperluan nutrisi bagi tanaman dengan ukuran formula yang pasti. Konsumsi oksigen yang maksimal oleh tanaman mampu memperlambat pertumbuhan patogen berbahaya.  Hama juga akan sulit menyerang tanaman karena letaknya tidak dekat di tanah. Penggunaan green house untuk menampung sistem aeroponik juga meningkatkan pengamanan terhadap hama.

Ditambah lagi, sistem aeroponik tidak tergantung pada musim yang ada. Kita dapat menanam di sepanjang musim, meskipun pada musim hujan dan musim panas, produktifitas akan menurun dikarenakan proses fotosintesis yang tidak berlangsung sebaik saat musim lainnya. Sistem hidroponik yang tak menggunakan green house akan sangat mudah dipindah – pindah tanpa merusak pertumbuhan. Faktor ini sangat menguntungkan bilamana terdapat pompa atau sprinkler yang rusak, tanaman dapat segera dipindahkan ke styrofoam / wadah penampung lainnya.



KELEMAHAN

Meskipun begitu, sistem aeroponik memerlukan pasokan listrik untuk menggerakan pompa. Keperluan pasokan listrik ini meningkat seiring bertambah luasnya media perakaran yang digunakan.

Diperlukan penilaian teliti mengenai kelembapan media, kebutuhan nutrisi tanaman, lingkungan luar, dan sebagainya demi memberikan cakupan nutrisi dan lingkungan pertumbuhan yang baik. Beberapa orang yang kurang memahami teknologi akan berkesulitan dalam memasang mekanisme aeroponik yang stabil dan efektif – efisien. Sistem ini bergantung pada kabut pembawa zat yang dimana, bilamana digunakan tanpa pengetahuan takaran nutrisi yang baik, akan mengakibatkan akar tanaman malah mengering dan rusak.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.azzamrumahherbal.com/hidroponik/191-cara-menanam-menggunakan-sistem-hidroponik.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik 
http://redyprasdianata.blogspot.co.id/2013/04/budidaya-sayuran-dengan-sistem-aeroponik.html
http://www.putuberbagi.com/2015/07/pengertian-aeroponik-dan-kelebihan-sistem-aeroponik.html
http://indonesiabertanam.com/2014/10/10/cara-sederhana-aeroponik/
http://fredikurniawan.com/pengertian-hidroponik-dan-manfaatnya/
http://www.kebunhidro.com/2015/01/cara-menanam-dengan-sistem-aeroponik.html

Sekian info yang dapat saya berikan. Semoga berguna. :) 

Friday, March 20, 2015

Cara Cepat Menghilangkan Noise Rekaman Dengan FL Studio

Noise merupakan istilah untuk segala bentuk sinyal latar yang tak dimaksudkan untuk ikut terekam ke alat - alat perekam. Istilah noise tidak hanya digunakan dalam rekaman suara saja, namun juga dalam bidang fotografi digital, gambar bergerak / video, dan sebagainya yang menggunakan data digital. Namun yang akan dibahas disini adalah noise pada rekaman suara, dan bagaimana cara singkat untuk menguranginya menggunakan FL Studio.

 Noise pada rekaman suara sangat biasa terjadi di ruangan yang tak punya kemampuan menghisap suara. Ruangan yang dibangun dari bahan - bahan yang bisa menghisap suara seringkali hanya ada di studio musik, laboratorium, dan lainnya. Mikrofon yang digunakan juga sangat mempengaruhi seberapa kerasnya noise yang terekam. Hampir setiap kali kita menggunakan mikrophone pada smartphone, kamera, pc, laptop, dll, kita mendapat noise. Ini dikarenakan kualitas mikrofon yang memang tak sebagus mic di studio rekaman, dan juga noise yang didapat seringkali berasal dari suara prosesor yang ada didalam smartphone itu sendiri. Entah apa yang paling mempengaruhi banyak tidaknya noise, namun pada akhirnya pun tidak semua noise bisa dihilangkan sambil menjaga kualitas rekaman. Bahkan microphone khusus studio rekaman yang kualitasnya baik pun, tak menjamin tidak adanya noise.  

Di internet sudah cukup banyak beredar aplikasi" yang dikhususkan untuk memanipulasi hasil rekaman suara setelah sesi rekam (post-recording). Berikut ini saya tunjukan bagaimana mengurangi ( bukan menghilangkan ) noise pada rekaman suara menggunakan aplikasi FL Studio.

1. Buka FL Studio.
2. Buka Edison,lalu  klik "Load sample...", kemudian cari dan masukkan file rekaman suara yang ingin anda manipulasi. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar dibawah..


3. Setelah rekamannya muncul, klik pada ikon tools, kemudian pilih "Clean up (denoise)...", lebih jelasnya lihat gambar berikut.


4. Cermati jendela tersebut :
- Pertama, tuas Freq scale lebih baik ditarik hingga 50%, seperti gambar dibawah ini.
- Pastikan pilihan "Output noise only" tidak tercentang.
- Treshold saya sarankan diminimalisir dengan cara ditarik mentok ke kiri, hingga seperti gambar diatas tersebut.
- Amount akan tergantung pada perkiraan anda. Jadi kita lewati dulu..
- Pada grafik yang ada ditengah jendela tersebut, anda perlu membangun titik - titik agar aplikasi tersebut tahu frekuensi mana saja yang harus dikurangi volumenya. Anda bisa mencoba - coba settingan untuk yang ini sesuka hati, tapi saya sarankan membentuk titik - titik hingga mirip pada titik" digambar diatas ini sebab dari pengalaman pribadi bentuk titik" inilah yang paling stabil dan efektif.
- "Declipper" dan "Declicker" tidak akan terlalu berpengaruh, jadi biarkan saja.
- Terakhir, klik pada preview agar anda bisa mengevaluasi settingan tersebut. Bila kualitas suara jadi berkurang, cobalah untuk mengurangi tuas "Amount" yang tadi dengan cara menariknya ke kiri. Alternatifnya, anda bisa mencoba - coba menyusun titik" lain pada grafik tersebut seperti yang saya katakan tadi.
- Klik Accept

FL Studio kemudian akan memproses settingan tersebut dan menerapkannya ke file rekaman anda. Demikianlah cara singkat untuk mengurangi noise dengan FL Studio. Bila ada yang membingunkan dari langkah" yang saya tuliskan diatas, harap jangan sungkan menanyakannya di kolom komentar. Terimakasih sudah membaca!

Wednesday, January 21, 2015

Keuntungan Kembali Pada KTSP 2006

   Kurikulum 2013 yang baru mulai diterapkan pada Juni 2013 lalu kini direvisi kembali dimana dari kementrian pendidikan diberikan kemampuan kepada sekolah untuk kembali pada KTSP 2006. Sumber - sumber mengatakan ini dikarenakan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang terburu - buru dan kurang diawali persiapan terhadap pelatihan guru, penyediaan buku, dan sebagainya. 


   Hak untuk kembali pada KTSP 2006 ini diberikan pada awal Januari tahun ini, dan secara langsung maupun tak langsung telah memberikan beberapa dampak kepada murid maupun guru dari berbagai sekolah. Berikut ini beberapa "keuntungan" yang diterima oleh murid yang baru tahun lalu menjadi kelas 10 dan menerima penjurusan langsung di tingkat tersebut ( berhubung saya salah-satunya ) dan guru - guru sekolah.

Keuntungan bagi murid kelas 10 IIS MIA :
1. Mampu berganti jurusan, terutama setelah mengenali guru - guru yang mengajar di setiap program jurusan.
Murid kelas 10 IIS MIA yang kini kembali menjadi kelas 10 A-D mampu memilih jurusan yang berbeda dari jurusan yang mereka pilih pada awal SMA. Berhubung K2013 diterapkan pas selama satu semester, para murid telah mengenali guru - guru disetiap program jurusan yang mengajar mereka untuk tingkat kelas 10 hingga kelas 12 nantinya. Titik positifnya, ialah bahwa mereka mampu memberi penilaian terhadap "guru di program jurusan mana yang "lebih enak" dalam mengajar mapel tertentu?", entah mungkin tugas" yang diberikan lebih ringan, atau sebagainya. Kemudian mereka bisa membandingkannya dengan guru yang mengajar mapel yang sama namun di program jurusan yang satunya lagi, sehingga mereka dapat diajar oleh guru yang mungkin lebih mereka "sukai".

2. Memiliki keringanan beban untuk beberapa nilai kelas 10
Murid kelas 10 IIS ( Ilmu - ilmu sosial ) yang pada semester pertama yang lalu tidak menerima materi Fisika dan Kimia, kini mendapatkannya sejak kembali pada K2006. Namun, tidak mungkin anak IIS mengejar materi Fisika yang diajarkan pada anak MIA ( Matematika dan Ilmu Alam) pada semester yang lalu. Kebalikannya juga berlaku pada murid kelas 10 MIA, dimana mereka tidak mungkin mengejar seluruh materi Geografi dan Ekonomi yang diajarkan pada kelas 10 IIS semester yang lalu. Dengan begitu, guru pasti memberikan peringanan dalam pengajaran materi - materi tersebut, entah mungkin ada beberapa bab yang dilewatkan, atau sebagainya.

3. Mengulang kembali beberapa bab yang telah dipelajari
Sejak kembali pada K2006, silabus setiap guru pun kembali berubah. Bila pada silabus K2006 terdapat materi yang seharusnya diajarkan pada semester kedua, namun pada kenyataannya telah diajarkan pada semester pertama dimana K2013 masih berlaku, maka mau bagaimanapun silabus 2006-lah yang diterapkan, sehingga kemungkinan besar materi - materi tersebut akan diulang kembali di semester kedua. Ini memberikan keringanan pada murid sekaligus guru.

4. Memiliki pergantian model tugas sekolah bagi beberapa mata pelajaran
K2013 memiliki penilaian kompetensi K1-K3, dimana K3 adalah nilai sikap. Dengan adanya nilai sikap tersebut, penerapan K2013 akan disertai cukup banyak kerja kelompok, diskusi, dan sebagainya demi mengumpulkan kompetensi nilai sikap tersebut. Namun dengan kembali pada K2006, tak ada lagi penilaian nilai sikap, sehingga untuk beberapa mata pelajaran mungkin tak akan sering diskusi atau kerja kelompok lagi.

5. Menerima lebih sedikit penilaian terhadap nilai sikap lagipula
Nilai sikap (K3) yang diterapkan pada K2013 adalah nilai kualitatif yang hanya diekspresikan dengan predikat A sebagai predikat sangat baik dan predikat D sebagai predikat sangat kurang. Yang menyulitkan disini adalah bahwa nilai sikap tak dapat diukur secara universal sehingga akan selalu subjektif tergantung guru mana yang menilai. Ini akan cukup memberikan "kerugian" pada siswa bilamana mereka mendapat nilai sikap dari guru yang mungkin "kurang objektif" dalam memberikan nilai tersebut. Apalagi nilai sikap menyetor  60% dari seluruh sistem penilaian kompetensi K2013. Namun sejak kembali pada K2006, penilaian sikap mungkin akan jauh berkurang pengaruhnya serta penerapannya. Lagipula, siswa masa kini mengejar nilai dan bukan mengejar kualitas ilmu itu sendiri, bukan?

6. Dapat berganti teman sekelas pada setiap tingkatnya
Sempat dikabarkan bahwa pada K2013, teman sekelas yang didapat pada kelas 10 tak akan berganti hingga pada saat kelulusan nanti. Ini akan sangat menyulitkan bilamana terjadi seorang siswa yang seharusnya dapat berprestasi, namun karena dimasukkan dalam kelas yang murid - muridnya kurang punya niat belajar alias malas, akhirnya potensinya untuk berprestasi terhambat karena pengaruh" kurang baik dari teman - temannya. Dengan kembali pada K2006, para murid dapat kembali teracak teman kelasnya pada kelas 11 nanti.


Demikian keuntungan pada siswa kelas 10 yang bisa saya kemukakan, kini saya berikat beberapa dampak / keuntungan yang diterima para guru semenjak kembali ke K2006:

1. Kembali pada penilaian kompetensi KTSP 2006, yang berbobot NH, UTS, dan UAS
K2013 memiliki 3 penilaian yang disebut sebagai K1 hingga K3. K1 adalah nilai akademik (pengetahuan), K2 adalah nilai akademik terapan (Keahlian), dan K3 adalah nilai sikap yang berbobot 60%. Sedangkan K2006 memiliki 4 penilaian yaitu Nilai Harian (nilai tugas + ulangan yang dirata") berbobot 50%, Ulangan Tengah Semester berbobot 20%, dan Ulangan Akhir Semester berbobot 30%.
Para guru sendiri mungkin mengalami kesulitan dalam membicarakan nilai - nilai siswa, terutama nilai sikap, yang sifatnya diukur secara kualitatif dan subjektif. Dengan kembali pada K2006, ini tak perlu lagi dialami.

2. Tak perlu lagi menyusun soal ulangan yang berbeda untuk kelas 10 IIS MIA
Sebenarnya sejak dulu guru sudah terbiasa membagikan soal" / pertanyaan" ulangan untuk jurusan IPS dan IPA yang masing" berbeda. Namun mungkin pada K2013 beban mereka meningkat karena harus menyusun pertanyaan" yang berbeda-beda untuk kelas 10 juga. Dengan kembalinya K2006, guru tak lagi harus memberikan soal ulangan yang berbeda untuk kelas 10 IIS MIA, sebab kelas 10 sudah kembali lagi menjadi kelas 10 A hingga kelas 10 D.

3. Memiliki keringanan dalam jadwal mengajar dan masa KBM
Bagi beberapa guru yang dulunya pada K2006 hanya mengajar kelas 11 dan 12, mungkin pada K2013 akan diberi kewajiban untuk mengajar kelas 10 juga. Namun dengan kembali ke K2006, hal ini cukup meringankan guru" tersebut karena tak lagi harus mengajar kelas 10 juga.

4. Dapat mengajar dengan lebih ringan untuk mata pelajaran tertentu
Ini berhubungan dengan fakta yang dijelaskan sebelumnya bahwa silabus K2013 berbeda dengan silabus K2006. Bila tentunya guru mendapat keringanan bila mengajar materi yang pada semester 1 telah diajarkan.

5. Dapat kembali menerapkan KTSP 2006, tak lagi menerima pelatihan KTSP 2013
Salah - satu penyebab diputuskannya pemberian wewenang untuk kembali ke K2006 adalah karena kurangnya pelatihan para guru selama adaptasi kurikulum baru tersebut. Dengan kembali ke K2006, para guru kembali menerapkan metode" yang telah dilatih pada K2006 tersebut sekaligus melepaskan beban beradaptasi dengan kurikulum baru.

 Demikian yang dapat saya sampaikan untuk hari ini. Mohon maaf bila tanggapan" diatas tak  selalu tepat dihati masing - masing. Saya tahu tak semua poin yang dijelaskan diatas dapat dijelaskan sebagai sebuah keuntungan, bahkan mungkin ada diantaranya yang sebenarnya merupakan kerugian. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca, semoga bermanfaat di waktu mendatang. Sekian.