Featured :

Thursday, October 2, 2014

Review Film "The Miracle Worker"

   Beberapa hari yang lalu, saya diberikan tugas menulis sebuah review untuk film yang berjudul The Miracle Worker. Hingga kini, saya tak terlalu mengerti seperti apakah yang dimaksud sebuah review, jadi saya mengerjakan sebisa saya saja. Berikut adalah review yang saya susun tersebut. 


   Film The Miracle Worker menceritakan sebuah kisah nyata akan seseorang yang bernama Hellen Keller. Dalam film tersebut diceritakan bagaimana ia, meski menderita kebutaan dan tuli sejak umur dini, dapat memahami cara berkomunikasi dan berbahasa berkat tuntunan gurunya yang bernama Anne Sullivan, yang mengajarnya dari sejak ia kecil. Alur film tersebut difokuskan pada bagaimana Anne menghadapi berbagai kesulitan dan kerja keras dalam mengajari Hellen berkomunikasi dengan gerakan jari tangannya. Meski dihadapkan dengan persoalan - persoalan dan sulitnya berkomunikasi dengan Hellen yang tak mampu melihat dan mendengar, hal tersebut membuat Anne semakin mempunyai keinginan kuat untuk mengajar Hellen. Berlangsungnya film tersebut menceritakan Anne yang terus mencoba dan mengusahakan yang terbaik untuk Hellen bagaimanapun caranya agar Hellen dapat memahami apa yang ia sampaikan melalui gerakan tangannya. Orang tua Hellen pun ingin anak mereka mempunyai kecerdasan setidaknya dalam berkomunikasi, namun oleh karena terlalu ketat dalam menjaganya, mereka sangat membatasi kebebasan Hellen karena menganggap itulah yang terbaik baginya. Hingga pada akhir film tersebut, diceritakan bagaimana dengan kerja keras dan bimbingan gurunya, Hellen telah lebih mengenal lingkungannya dan mampu berkomunikasi dan berperilaku lebih baik dengan keluarganya.

   Film ini dirilis tahun 2000 dan merupakan pembaharuan dari 2 film terdahulu dengan nama yang sama dan latar serta tokoh yang sama. Film ini ditayangkan berlatar sebuah keluarga di sisi desa di Amerika yang merupakan keluarga Hellen sendiri. Didalam film, Hellen masih berumur dini, dan oleh karena kurangnya kemawasannya terhadap dunia sekitarnya, ia memiliki sifat keras kepala, sulit untuk diatur, dan mudah merasa tak nyaman. Ia juga mengambil makanan langsung dengan tangannya, dan tak ingin diajari untuk menggunakan peralatan makan. Ia terbiasa menunjukan ketidaknyamanannya dengan menghamburkan barang - barang apapun yang ia raba dengan tangannya. Hellen dipandang sebagai keberadaan yang memalukan bahkan dalam keluarganya sendiri. Keluarga Hellen menyayanginya, namun juga melihat bahwa oleh karena kekurangannya, Hellen tak mampu belajar banyak tanpa bantuan orang lain dan akan sulit menjalani waktu - waktu semasa hidupnya.

   Dari sisi lain, bagi saya, film ini mengutamakan penyampaian nilai penting yang dimiliki setiap sosok guru, yaitu adalah untuk senantiasa membimbing. Tokoh Anne dalam film tersebut dipusingkan dengan sulitnya mengajar Hellen, dimana pada saat itu Hellen sendiri tak mampu melihat atau mendengar apa yang disampaikan gurunya. Namun hal tersebut tak menggoyahkan semangat Anne. Ia tetap berusaha dengan mencoba pendekatan - pendekatan lainnya, mencoba memahami apa yang ada dipikiran Hellen, memikirkan bagaimana Hellen dapat terus berkembang, semua dilakukannya dengan sabar dan kepala yang dingin. Nilai yang dicerminkan tokoh Anne tersebut masih relevan dengan hubungan guru - guru dengan murid masa kini. Tak seluruh murid dapat memahami sama cepat satu dengan yang lainnya. Diperlukan kerja keras senantiasa agar akhirnya seorang murid dapat melakukan apa yang diajarkan kepadanya.

   Film ini menyampaikan juga pentingnya percaya pada diri sendiri daripada percaya pada perkataan orang lain. Anne, semasa mengajari Hellen, seringkali mendapatkan penolakan dan kritisi bernada skeptis dari keluarga Hellen. Mereka mengatakan bahwa mereka tahu yang diperlukan Hellen adalah kasih dan kepedulian, sedangkan Anne menganggap bahwa juga penting bagi Hellen untuk mengerti apakah kasih dan kepedulian itu sendiri. Anne mempunyai kekerasan hati untuk mengajarkan dan menyampaikan dunia luar yang tak pernah Hellen rasakan langsung. Untuk itu, Anne perlu bertahan pada keyakinannya dan membiarkan pengaruh - pengaruh dari keluarga Hellen. Demikian pula dengan kehidupan sehari - hari . Kadang, tak semua yang disampaikan orang lain dapat diterima begitu saja. Perlu pemahaman mendalam akan apa yang sedang kita lakukan agar kita mengetahui mana benar dan mana yang salah. Bila kita tak mampu mengahui mana yang benar dan salah, diperlukan rasa percaya diri agar kita tak ikut terpengaruhi pendapat dan kritisi dari luar yang tanpa disadari bersifat negatif bagi kita.

   Menurut saya, film ini merupakan salah - satu dari berbagai film yang ditujukan secara murni untuk memberikan / mengajarkan nilai. Film seperti ini baik untuk ditampilkan dalam lembaga - lembaga pengajaran generasi muda karena memberikan cerminan moral positif serta menyampaikan inspirasi bagi setiap orang yang menyaksikannya.


   Sekian review saya. Semoga bermanfaat sebagai referensi dan penambah wawasan. Terimakasih.

Monday, August 18, 2014

Resensi Buku BERANI MENGUBAH oleh Pandji Pragiwaksono

   Saya ingin membagikan hasil resensi yang saya tulis terhadap buku dengan judul BERANI MENGUBAH, yang ditulis oleh Pandji Pragiwaksono. Semoga ini dapat menjadi contoh baik dalam bagaimana menulis resensi buku untuk teman - teman pembaca sekalian, serta menjadi resensi pribadi saya terhadap buku ini. 


Sebuah Buku untuk Seluruh Anak Muda Indonesia

Judul buku           : BERANI MENGUBAH
Penulis                  : Pandji Pragiwaksono
Editor                    : Nurjannah Intan
Penerbit                : Penerbit Bentang
Cetakan                : 3, Maret 2013
Tebal                     : 212 halaman (xiv + 198 halaman) 20,5 cm
Nomor ISBN        : 978 - 602 - 8811 - 96 - 5


   Didalam buku ini berisi pandangan bagaimana perubahan yang digapai Indonesia dari masa ke masa, dan bagaimana anak muda Indonesia bisa berani menumbuhkan perubahan dari diri sendiri untuk mengubah gambaran tentang semangat nasionalisme yang sebenarnya. Pandji menuliskan bagaimana politik, hukum, dan ekonomi negara Indonesia saling mempengaruhi dan masing - masing memberikan dampak pada kehidupan masyarakat keseluruhan. Dituliskan juga bagaimana perubahan yang terjadi di Indonesia dengan dibandingkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Presiden Susilo Bambang Yudohyono dan kelebihan - kekurangannya masing - masing.

   Sebagai kaum anak muda Indonesia, lahir di Singapura, tumbuh dan dibesarkan dilingkungan , Pandji menunjukan bagaimana ia sangat peduli dengan yang menjadi penghambat, pandangan yang salah terhadap negeri Indonesia. Ia mempelajari sebuah bagian dalam sejarah negeri Indonesia dan menggarisbesarkan apa yang dia anggap menjadi salah - satu faktor, serta hubungan faktor tersebut dengan yang lainnya. Pandji membahas keberadaan hal - hal yang mendukung bahan tulisannya mulai dari isi undang - undang, zaman orde baru, kinerja Presiden Susilo Bambang Yudohyono, pemerintahan era Presiden Soeharto, perkembangan terorisme, korupsi, fenomena kepolisian Indonesia, pandangan Plato dan Socrates tentang hukum, etimologi kapitalisme, kenaikan harga BBM, partai PDI-P, perjanjian Renville, OPM, hingga FPI. Dalam menyusun pembahasan, Pandji juga mengambil referensi dari beberapa karya seperti The Righteous Mind, The Future of Freedom, lagu Imagine oleh John Lennon, dan sebagainya.


   Kelebihan yang membuat unik buku ini adalah adanya sejumlah anjuran dan ajakan untuk para pemuda - pemudi Indonesia yang menuliskan cara mereka mampu ikut melibatkan diri untuk aksi perubahan dan mengetahui lebih dalam lagi tentang hal - hal seputar perkembangan negeri Indonesia seperti yang dibahas didalam buku ini. Uniknya ajakan tersebut ditampilkan dengan susunan berlangkah - langkah atau “how - to”, sehingga memperjelas maksud dari setiap anjuran. Susunan aksi perubahan tersebut terdapat dalam setiap bab dalam buku ini, dan terdapat total 8 bab yang membahas dari politik, ekonomi, hukum, hingga maksud aksi perubahan itu sendiri. Buku ini juga diterbitkan dengan desain sampul yang berbeda dari kebanyakan. Tulisan “BERANI MENGUBAH” berwarna merah dengan porsi yang melebihi setengah dari sampul buku, dan dengan warna belakang hitam, membuat judul buku ini mudah dibaca dari kejauhan serta menarik hati calon pembeli oleh karena keunikan warna dasarnya. Selain dari itu, didalam buku juga disertakan pembatas buku.


   Tidak ada hal - hal yang secara jelas mengurangi manfaat buku ini, namun pembahasan dalam buku ini kurang dekat dengan pengetahuan umum seputar politik-hukum-ekonomi yang dipahami kebanyakan anak muda. Buku ini cukup banyak membicarakan fakta sejarah dengan mencantumkan sumber yang sangat singkat, misalnya, pembahasan seputar peristiwa Organisasi Papua Merdeka hanya dituliskan tahun terjadinya, tidak dituliskan langsung siapa, atau dimana suatu hal terjadi. Dalam buku ini juga tidak terdapat daftar pustaka beberapa buku - buku referensi yang judulnya sempat dicantumkan ditengah isi buku ini.


   Buku ini sangat baik untuk dibaca pemuda - pemudi bangsa untuk mengingatkan dan menyadarkan kembali bagaimana diperlukan awal yang baik untuk mengarahkan nasib negeri Indonesia kearah yang paling baik. Dan bahwa hal tersebut dapat dinyatakan dalam perbuatan - perbuatan yang kecil namun berdampak bagi masing - masing pemuda - pemudi bangsa. Dilihat dari judul buku ini, memang buku ini ditujukan untuk anak muda dengan semangat untuk membantu memajukan bangsanya sendiri. Setelah membaca buku ini, anak muda dapat diperoleh gambaran yang lebih baik dan jelas, serta penerapan pengembangan gambaran tersebut dalam hidup sehari - hari. Terimakasih untuk Pandji Pragiwaksono atas buku ini.

Monday, July 28, 2014

Cara searching khusus situs Indonesia

   Dalam melakukan pencarian menggunakan Google search, pengguna dapat memilah hasil pencarian sehingga hanya menampilkan hasil pencarian yang hanya berasal dari negara tertentu saja. Untuk menerapkannya, cukup dengan pertama - tama melakukan suatu pencarian menggunakan Google search, sebagai contoh, saya melakukan pencarian dengan query "smartphone hardbrick" seperti gambar dibawah ini.

   Pencarian yang "mentah" seperti diatas akan menghasilkan situs - situs yang diurutkan menurut ranking populasinya, sehingga lebih banyak menampilkan hasil dari situs luar negeri meski saya telah mencari dari situs www.google.co.id . Nah, untuk menyaring kembali hasil pencarian sehingga hanya menampilkan hasil dari situs yang berasal dari Indonesia, cukup menambahkan parameter " &cr=countryID " pada kotak navigasi browser anda, lihat gambar dibawah dan bandingkan hasilnya dengan gambar diatas



   Dengan begitu, mesin pencari akan menampilkan situs dari negara Indonesia saja. Cukup mudah, bukan? Pemilahan seperti ini sangat berguna disaat kita ingin mencari suatu tutorial yang berbahasa Indonesia, atau mungkin saat kita ingin mencari referensi pelajaran bahasa yang ditulis dengan bahasa Indonesia, entah mungkin oleh sesama blogger, namun tetap sangat membantu. Proses pemilahan hasil pencarian ini sepertinya menggunakan metode pemilahan IP address.

   Tidak hanya memilah untuk pencarian berasal Indonesia saja, tetapi anda juga dapat memilah hasil pencarian yang berasal dari Australia, Jepang, India, atau negara - negara lainnya. Cukup mmenambahkan parameter yang ditunjukan diatas kedalam kotak navigasi browser, lalu mengganti "ID" menjadi top level domain negara yang ingin kita tampilkan hasilnya. Sebagai contoh, tambahkan " &cr=countryJP " untuk memilah hasil pencarian khusus dari situs Jepang / berbahasa Jepang, tambahkan  " &cr=countryFR "  untuk memilah hasil pencarian khusus dari situs Perancis / berbahasa Perancis, dan sebagainya. Untuk daftar top-level domain, dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Internet_top-level_domains .

  Silahkan tulis di kolom komentar bagi yang kesulitan menerapkan. Sekian dan terimakasih.