Featured :

Saturday, November 8, 2014

Alternatif - alternatif menghitung kuadrat

   Sejak beberapa bulan sebelumnya saya sedikit mempelajari pola - pola dalam pengkuadratan angka - angka kurang dari 100. Meskipun panjang langkah - langkahnya relatif sama dengan cara pengkuadratan yang diajarkan di SD, namun proses ini memerlukan lebih sedikit tekanan/stress terhadap otak sebab setiap operasinya tidak memerlukan ingatan jangka pendek yang terlalu dalam. Berikut saya jelaskan cara - cara alternatif pengkuadratan yang telah saya teliti.

1. Mengetahui hasil kuadrat suatu bilangan genap dengan terlebih dahulu mengetahui hasil kuadrat dari setengah bilangan tersebut

Dalam kasus ini, misalkan kita ingin mengetahui berapa 26^2 ( 26 kuadrat ) yang sebenarnya jawabannya adalah 26*26 = 676. Bila kita mengetahui hasil kuadrat dari setengah dari bilangan tersebut ( 26/2 = 13, 13*13 = 169), maka untuk dapat mengetahui hasil 26^2 kita juga dapat mengkalikan 169 tersebut sebanyak 4 kali. Jadi, 169*4 = 676.

Kesimpulan : 26^2 = 676  ,  26/2 = 13  ,  13^2 = 169  ,  169*4 = 26^2 = 676.

Belum terlalu paham? Mari coba menggunakan bilangan lainnya...
- Saya ingin tahu berapa 36^2 . Maka yang saya lakukan pertama - tama adalah membagi dua dari angka 36 tersebut, yaitu 18. Saya tahu berapa hasil dari 18^2, yaitu 324. Dengan mengetahui hasil dari 18^2 tersebut, saya dapat mengalikan hasil tersebut sebanyak 4 kali untuk mendapat hasil dari 36^2, demikian 324*4 = 36^2 = 1296.

- Saya ingin tahu berapa 48^2. Maka yang saya lakukan pertama - tama adalah membagi dua dari angka 48 tersebut, yaitu 24. Sayangnya, saya tidak mengetahui berapakah 24^2 tersebut. Oleh karena itu, saya kembali membagi dua dari angka 24 tersebut, yaitu 12. Saya tahu berapa hasil dari 12^2, yaitu 144. Dengan mengeahui hasil dari 12^2 tersebut, saya dapat mengkalikan hasil tersebut sebanyak 4 kali untuk mendapatkan hasil dari 24^2, demikian 144*4 = 24^2 = 576. Namun, itu barulah hasil dari 24^2, sedangkan yang ingin saya ketahui adalah 48^2. Oleh karena itu, hasil dari 24^2 tadi kembali saya kalikan 4, demikian 576*4 = 48^2 = 2304.

   Satu tip dari saya adalah jangan langsung mengkalikan sebanyak 4 kali karena akan memusingkan otak, namun kalikanlah sebanyak 2 kali, lalu setelahnya kalikan lagi sebanyak 2 kali. Harap diingat juga bahwa ini hanya berlaku pada bilangan genap, dan tak berlaku untuk bilangan ganjil. 

2. Mengetahui hasil kuadrat dengan melakukan penambahan atau pengurangan selisih

Dalam kasus ini, misalkan saja saya ingin mengetahui berapakah 36^2, namun yang saya ketahui adalah hasil dari 35^2 yaitu 35*35 = 1225. Dengan mengkalikan 2 pada angka 36 tersebut, lalu mengurangi sebanyak 1 angka dari hasilnya, saya dapap mengetahui jawaban dari 36^2 dengan menambahkan angka 1225 tersebut dengan hasil pengkalian tersebut. Hasil pengkalian tersebut berarti adalah 36*2 - 1 = 71. Lalu ditambahkan dengan angka 1225 berarti 1225 + 71 = 36^2 = 1296.

   Setelah melakukan perkalian 2 dari angka 36 tadi, harus ada pengurangan sebanyak 1 angka sebab bilangan yang ingin kita ketahui hasil kuadratnya (36^2) lebih besar dari bilangan yang dari awal kita ketahui hasil kuadratnya (23^2 = 1225 ).  Namun, pengurangan tersebut harus diganti menjadi penambahan, dan penambahan yang terjadi pada angka 1225 akan berubah menjadi pengurangan, bilamana bilangan yang ingin kita ketahui kuadratnya lebih kecil dari bilangan yang sudah kita ketahui hasil kuadratnya. Buktinya? Silahkan lihat contoh dibawah ini.

Dalam kasus yang kedua, dimana  bilangan yang ingin kita ketahui kuadratnya lebih kecil dari bilangan yang sudah kita ketahui hasil kuadratnya, misalkan kita ingin mengetahui berapakah 23^2, sedangkan yang kita ketahui adalah 24^2 yaitu 576. Yang pertama dilakukan adalah mengkalikan 2 dari angka 23 tersebut, lalu menambahkan sebanyak 1 angka dari hasilnya, demikian 23*2 + 1 = 47. Lalu, untuk menemukan berapakah 23^2, saya harus mengurangi hasil dari 24^2 dengan angka 47 tersebut, demikian 576 - 47 = 23^2 = 529


Dari kasus kedua diatas yang baru saja saya jelaskan, dalam mencari 23^2 bisa saja kita  tidak mengambil angka 24^2 sebagai perbandingan. Angka - angka yang mendekati 23 seperti 22, 21, 25, dsb, juga dapat menjadi acuan perbandingan, namun rumus-nya pun juga akan berbeda. Sebelum terlanjur semakin bingung, silahkan cermati dulu contoh lainnya yang juga menggunakan metode ini.
- Saya ingin mengetahui berapa 98^2. Saya memilih menggunakan 97^2 sebagai perbandingan. Oleh karena bilangan yang ingin kita ketahui hasil kuadratnya (98^2) lebih besar dari bilangan yang kita gunakan sebagai perbandingan (97^2) maka saya nantinya melakukan pengurangan sebanyak 1 angka dan lalu menambahkan hasil kuadrat dari 97^2. Jadi, saya mengkalikan 2 dari angka 97 lalu menguranginya sebanyak 1 angka, demikian 97*2 - 1 = 195. Yang terakhir, saya menambahkan kuadrat dari 97 (9409) dengan angka 195 tersebut, demikian 9409 + 195 = 98^2 = 9604.

3. Mengetahui hasi kuadrat dengan menyusun bilangan - bilangan yang akan dijumlahkan

Ini adalah cara yang paling memudahkan namun juga yang paling memakan waktu. Dengan hanya mengetahui berapa hasil kuadrat dari bilangan 1-9, kita dapat menemukan kuadrat dari 10-100.

Caranya adalah dengan menemukan kuadrat dari angka terdepan dan angka paling belakang, dan menjumlahkannya bersama dengan hasil perkalian sebanyak 20 kali dari angka paling belakang. Berikut contohnya : 


Saya ingin mengetahui berapakah 62*62. Angka terdepan (terbesar/terdominan) dari bilangan tersebut adalah 6, dan angka terbelakang (terkecil/paling tidak dominan) dari bilangan tersebut adalah 2.

1. Saya pertama - tama menentukan kuadrat dari angka terdepan, yaitu 6, yaitu 6*6 = 36, lalu menambahkan dua angka 0 dibelakangnya menjadi 3600.
2. Saya kemudian menentukan kuadrat dari angka terbelakang, yaitu 2, yaitu 2*2 = 4. Angka ini akan diingat sebagai angka paling belakang dari hasil pengkuadratan nanti.
3. Saya kemudian melakukan operasi sebagai berikut : angka terbelakang dari 62, yaitu 2, saya kalikan 20, sehingga 2*20 = 40. Kemudian angka 40 tersebut saya kalikan dengan angka terdepan, yaitu 6, sehingga 40*6 = 240.
4. Terakhir, saya menjumlahkan bilangan - bilangan yang terbentuk dari langkah no 1 hingga nomor 3. Demikian 3600 + 4 + 240 = 62^2 = 3844.

Dibanding 2 metode alternatif yang telah saya jelaskan sebelumnya, metode ini adalah yang paling menghasilkan tekanan ( stress ) di otak. Saya akan berikan 1 contoh lagi menggunakan metode ini.

Saya ingin mengetahui berapakah 86^2. Angka terdepannya adalah 8, sedangkan angka paling belakangnya adalah 6.

1. Saya pertama - tama mengingat kuadrat dari angka terdepan, yaitu 8*8 = 64, dan menambahkan dua angka 0 dibelakannya menjadi 6400.
2. Kemudian saya mengingat-ingat kuadrat dari angka terbelakang, yaitu 6*6 = 36.
3. Kemudian saya melakukan operasi berikut : angka terbelakangnya saya kalikan 20, sehingga 6*20 = 120. Kemudian angka 120 tersebut saya kalikan dengan angka terdepan, yakni 120*8 = 960.
4. Terakhir, saya menjumlahkan bilangan - bilangan tersebut. Demikian 6400 + 36 + 960 = 7396.

   Akhir kata, menurut saya metode - metode alternatif seperti ini lebih mudah dibiasakan dibanding cara pengkuadratan yang diajarkan disekolah. Harap diingat bahwa ketiga rumus yang dijelaskan diatas hanya berlaku untuk pengkuadratan bilangan dibawah 100. Pengkuadratan bilangan diatas 100 akan memerlukan rumus yang berbeda, namun memiliki pola yang cukup sama. Pada intinya, semakin besar bilangan yang ingin diketahui kuadratnya, maka semakin banyak tekanan atau stress yang ditimbulkan oleh karena memori jangka pendek kita yang terbatas. Anda bebas bertanya dikolom komentar bila masih belum mendapat pemahaman sempurna terhadap penjelasan yang saya berikan. Saya rasa sekian dulu entri saya untuk hari ini. Terimakasih

Wednesday, November 5, 2014

Cara Ekspor - Impor Database Lagu EasyWorship

   EasyWorship digunakan secara luas sebagai software yang menampilkan representasi visual feedback kepada jemaat pada waktu ibadah gereja. EasyWorship dapat digunakan untuk menampilkan teks lirik lagu, teks pengumuman, dan ayat - ayat Alkitab dengan dilatarbelakangi gambar atau video. EasyWorship memudahkan jemaat menelaah dan mengingat lirik lagu - lagu pujian. Gereja yang rutin saya hadiri adalah gereja GBI Bethesda yang berletak di Sarua, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sudah berdiri sejak generasi sebelum saya. Dulu, menampilkan lirik lagu belum menggunakan OHP, namun masih menggunakan mesin pemantul cahaya terhadap kertas gelap. Kini, dapat dikatakan sudah cukup banyak lagu yang tersedia di database EasyWorship di gereja saya. Untungnya, saya berhasil memindahkan database lagu - lagu tersebut ke komputer saya. 

   Database lagu di EasyWorship ( mulai versi 2009 ) disimpan dalam sebuah file bernamakan "Songs.MB". File ini terletak di folder data aplikasi EasyWorship yang diwakili folder dengan nama "Softouch". Folder ini pada umumnya (pada setting-an default-nya) dapat ditemukan pada direktori "Documents and Settings\All Users\Documents\Softouch\EasyWorship\Default\Databases\Data" .
Seperti yang ditunjukan pada gambar diatas, pada folder tersebut berisi beberapa file database seperti latar belakang (Backgrounds.DB dan Backgrounds.MB) , lagu - lagu (Songs.DB dan Songs.MB) dan sebagainya. 

   Mulai dari sini, dijelaskan bagaimana mengekspor database lagu.
1. Cari dan buka folder yang tercantum seperti pada gambar diatas. 
2. Copy semua file bernama "Songs", termasuk "Songs.DB" dan "Songs.MB" bila anda hanya ingin memindahkan daftar lagu - lagu. Paste pada sebuah flashdisk.
    Copy semua file bernama "Backgrounds", termasuk "Backgrounds.DB" dan "Backgrounds.MB" bila anda hanya ingin memindahkan data latar - latar belakang. Paste pada sebuah flaskdisk. Anda juga bisa mengcopy-paste keduanya bila perlu.

Hingga tahap ini, anda sudah berhasil mengekspor data ke flashdisk. Berikut cara mengimpornya ke komputer lain. Harap dipastikan bahwa komputer yang satu ini harus juga sudah terinstall aplikasi EasyWorship.
1. Masukkan flashdisk tersebut ke komputer yang ingin diimporkan database lagu.
2. Cari dan buka juga pada komputer ini, folder dalam direktori seperti pada komputer sebelumnya.
3. Setelah berhasil membuka folder tersebut, copy-paste semua file yang telah anda copy dari komputer sebelumnya. Bila muncul dialog berisi konfirmasi terhadap file yang memiliki nama yang sama, klik saja "Yes to all".
4. Setelah tahap paste selesai, lagu - lagu dikomputer sebelumnya akan muncul di komputer ini. 

   Begitulah garis besarnya tentang cara mengekspor dan mengimpor database lagu EasyWorship. Silahkan bertanya di bagian komentar bila anda mengalami kesulitan. Sekian entri saya untuk hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.

Saturday, October 11, 2014

Labrakadabra 3 Ora et Labora BSD

Hari dan tanggal : Sabtu, 11 Oktober 2014
Jam                      : 08:00 - 22:30
Tempat                : Lapangan rumput Ora et Labora BSD
Bintang Tamu      : RAN dan DJ Yasmin


   Mungkin memang inilah tribut yang paling menjelaskan. Bayangkan saja, ajang pertunjukannya saja sudah dimulai dari pukul 8 pagi, selesainya jam setengah sebelas malam. Untuk ikut nonton, yang dari dalam sekolah perlu pesan tiket seharga 30 ribu. Saya hadir disaat sudah malam hari dan langsung membaur begitu saja tanpa membeli tiket. Namun kawan" yang dikenal sudah meninggalkan ajang, jadi tinggal ada kawan" dari luar sekolah. Akhirnya baliknya pun hanya berbekal foto kenangan..


   Suara musik sudah menggelegar sejak pagi hari dan saya bisa mendengarnya jelas dari rumah saya. Bahkan, saya sebenarnya terbangun karena mendengar suara ketukan drum bernuansa pop. Samar - samar saya mendengar lagu yang pertama dipentaskan adalah lagunya Justin Bieber, entah apa judulnya. Saya juga ingat mendengar nyanyian cowok yang tak sesuai nada dasar. Terlihat dari jauh, ternyata penonton tak disediakan kursi. Mereka hanya bisa berdiri dilapangan rumput, pagi, siang, hingga malam hari. Lagu - lagu dari yang beraliran pop luar negeri, pop Indonesia, lagu - lagu jadul, hingga lagu rock ditebarkan dari pagi hingga akhir acara.

Malamnya saya memberanikan diri masuk begitu saja tanpa bayar. Sempat terdengar suara sorak - sorak "Gak mau pulang, maunya digoyang~" dari barisan depan panggung. Aliran musik kini berubah menjadi bergenre rock serta dihiasi lampu sorot nan menyilaukan. Entah ada berapa teman saya yang masih disana, namun karena suasana yang gelap, saya tak bisa menemukan satupun wajah yang dikenal. Tanpa sadar, musik yang dilantunkan serasa menemani jiwa yang letih, saya jadi ikut merasakan ketenangan dan 'rasa senang' karena bisa berada disana. Saya terpikir, akan jauh lebih menyenangkan bila dari awal saya hadir bersama dengan teman - teman. Namun, saya menyadari saya sendiri, menonton tanpa ditemani seorangpun. Saya tahu mereka ada disana, hanya saja kami terpisahkan oleh ruang dan waktu, serta kumpulan penonton yang mengisi barisan depan. Meski terpisahkan, saya tahu pada saat itu juga mereka sedang menyaksikan dan mendengarkan lantunan acara yang sama dengan saya. Ingin kiranya ini terulang kembali. Menghiasi jiwa yang kian memandang masa depan..

Semoga dua tahun lagi bisa hadir bareng temen"..


Labrakadabra 3 Ora et Labora BSD
Dari gerbang masuk..