Featured :

Wednesday, January 21, 2015

Keuntungan Kembali Pada KTSP 2006

   Kurikulum 2013 yang baru mulai diterapkan pada Juni 2013 lalu kini direvisi kembali dimana dari kementrian pendidikan diberikan kemampuan kepada sekolah untuk kembali pada KTSP 2006. Sumber - sumber mengatakan ini dikarenakan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang terburu - buru dan kurang diawali persiapan terhadap pelatihan guru, penyediaan buku, dan sebagainya. 


   Hak untuk kembali pada KTSP 2006 ini diberikan pada awal Januari tahun ini, dan secara langsung maupun tak langsung telah memberikan beberapa dampak kepada murid maupun guru dari berbagai sekolah. Berikut ini beberapa "keuntungan" yang diterima oleh murid yang baru tahun lalu menjadi kelas 10 dan menerima penjurusan langsung di tingkat tersebut ( berhubung saya salah-satunya ) dan guru - guru sekolah.

Keuntungan bagi murid kelas 10 IIS MIA :
1. Mampu berganti jurusan, terutama setelah mengenali guru - guru yang mengajar di setiap program jurusan.
Murid kelas 10 IIS MIA yang kini kembali menjadi kelas 10 A-D mampu memilih jurusan yang berbeda dari jurusan yang mereka pilih pada awal SMA. Berhubung K2013 diterapkan pas selama satu semester, para murid telah mengenali guru - guru disetiap program jurusan yang mengajar mereka untuk tingkat kelas 10 hingga kelas 12 nantinya. Titik positifnya, ialah bahwa mereka mampu memberi penilaian terhadap "guru di program jurusan mana yang "lebih enak" dalam mengajar mapel tertentu?", entah mungkin tugas" yang diberikan lebih ringan, atau sebagainya. Kemudian mereka bisa membandingkannya dengan guru yang mengajar mapel yang sama namun di program jurusan yang satunya lagi, sehingga mereka dapat diajar oleh guru yang mungkin lebih mereka "sukai".

2. Memiliki keringanan beban untuk beberapa nilai kelas 10
Murid kelas 10 IIS ( Ilmu - ilmu sosial ) yang pada semester pertama yang lalu tidak menerima materi Fisika dan Kimia, kini mendapatkannya sejak kembali pada K2006. Namun, tidak mungkin anak IIS mengejar materi Fisika yang diajarkan pada anak MIA ( Matematika dan Ilmu Alam) pada semester yang lalu. Kebalikannya juga berlaku pada murid kelas 10 MIA, dimana mereka tidak mungkin mengejar seluruh materi Geografi dan Ekonomi yang diajarkan pada kelas 10 IIS semester yang lalu. Dengan begitu, guru pasti memberikan peringanan dalam pengajaran materi - materi tersebut, entah mungkin ada beberapa bab yang dilewatkan, atau sebagainya.

3. Mengulang kembali beberapa bab yang telah dipelajari
Sejak kembali pada K2006, silabus setiap guru pun kembali berubah. Bila pada silabus K2006 terdapat materi yang seharusnya diajarkan pada semester kedua, namun pada kenyataannya telah diajarkan pada semester pertama dimana K2013 masih berlaku, maka mau bagaimanapun silabus 2006-lah yang diterapkan, sehingga kemungkinan besar materi - materi tersebut akan diulang kembali di semester kedua. Ini memberikan keringanan pada murid sekaligus guru.

4. Memiliki pergantian model tugas sekolah bagi beberapa mata pelajaran
K2013 memiliki penilaian kompetensi K1-K3, dimana K3 adalah nilai sikap. Dengan adanya nilai sikap tersebut, penerapan K2013 akan disertai cukup banyak kerja kelompok, diskusi, dan sebagainya demi mengumpulkan kompetensi nilai sikap tersebut. Namun dengan kembali pada K2006, tak ada lagi penilaian nilai sikap, sehingga untuk beberapa mata pelajaran mungkin tak akan sering diskusi atau kerja kelompok lagi.

5. Menerima lebih sedikit penilaian terhadap nilai sikap lagipula
Nilai sikap (K3) yang diterapkan pada K2013 adalah nilai kualitatif yang hanya diekspresikan dengan predikat A sebagai predikat sangat baik dan predikat D sebagai predikat sangat kurang. Yang menyulitkan disini adalah bahwa nilai sikap tak dapat diukur secara universal sehingga akan selalu subjektif tergantung guru mana yang menilai. Ini akan cukup memberikan "kerugian" pada siswa bilamana mereka mendapat nilai sikap dari guru yang mungkin "kurang objektif" dalam memberikan nilai tersebut. Apalagi nilai sikap menyetor  60% dari seluruh sistem penilaian kompetensi K2013. Namun sejak kembali pada K2006, penilaian sikap mungkin akan jauh berkurang pengaruhnya serta penerapannya. Lagipula, siswa masa kini mengejar nilai dan bukan mengejar kualitas ilmu itu sendiri, bukan?

6. Dapat berganti teman sekelas pada setiap tingkatnya
Sempat dikabarkan bahwa pada K2013, teman sekelas yang didapat pada kelas 10 tak akan berganti hingga pada saat kelulusan nanti. Ini akan sangat menyulitkan bilamana terjadi seorang siswa yang seharusnya dapat berprestasi, namun karena dimasukkan dalam kelas yang murid - muridnya kurang punya niat belajar alias malas, akhirnya potensinya untuk berprestasi terhambat karena pengaruh" kurang baik dari teman - temannya. Dengan kembali pada K2006, para murid dapat kembali teracak teman kelasnya pada kelas 11 nanti.


Demikian keuntungan pada siswa kelas 10 yang bisa saya kemukakan, kini saya berikat beberapa dampak / keuntungan yang diterima para guru semenjak kembali ke K2006:

1. Kembali pada penilaian kompetensi KTSP 2006, yang berbobot NH, UTS, dan UAS
K2013 memiliki 3 penilaian yang disebut sebagai K1 hingga K3. K1 adalah nilai akademik (pengetahuan), K2 adalah nilai akademik terapan (Keahlian), dan K3 adalah nilai sikap yang berbobot 60%. Sedangkan K2006 memiliki 4 penilaian yaitu Nilai Harian (nilai tugas + ulangan yang dirata") berbobot 50%, Ulangan Tengah Semester berbobot 20%, dan Ulangan Akhir Semester berbobot 30%.
Para guru sendiri mungkin mengalami kesulitan dalam membicarakan nilai - nilai siswa, terutama nilai sikap, yang sifatnya diukur secara kualitatif dan subjektif. Dengan kembali pada K2006, ini tak perlu lagi dialami.

2. Tak perlu lagi menyusun soal ulangan yang berbeda untuk kelas 10 IIS MIA
Sebenarnya sejak dulu guru sudah terbiasa membagikan soal" / pertanyaan" ulangan untuk jurusan IPS dan IPA yang masing" berbeda. Namun mungkin pada K2013 beban mereka meningkat karena harus menyusun pertanyaan" yang berbeda-beda untuk kelas 10 juga. Dengan kembalinya K2006, guru tak lagi harus memberikan soal ulangan yang berbeda untuk kelas 10 IIS MIA, sebab kelas 10 sudah kembali lagi menjadi kelas 10 A hingga kelas 10 D.

3. Memiliki keringanan dalam jadwal mengajar dan masa KBM
Bagi beberapa guru yang dulunya pada K2006 hanya mengajar kelas 11 dan 12, mungkin pada K2013 akan diberi kewajiban untuk mengajar kelas 10 juga. Namun dengan kembali ke K2006, hal ini cukup meringankan guru" tersebut karena tak lagi harus mengajar kelas 10 juga.

4. Dapat mengajar dengan lebih ringan untuk mata pelajaran tertentu
Ini berhubungan dengan fakta yang dijelaskan sebelumnya bahwa silabus K2013 berbeda dengan silabus K2006. Bila tentunya guru mendapat keringanan bila mengajar materi yang pada semester 1 telah diajarkan.

5. Dapat kembali menerapkan KTSP 2006, tak lagi menerima pelatihan KTSP 2013
Salah - satu penyebab diputuskannya pemberian wewenang untuk kembali ke K2006 adalah karena kurangnya pelatihan para guru selama adaptasi kurikulum baru tersebut. Dengan kembali ke K2006, para guru kembali menerapkan metode" yang telah dilatih pada K2006 tersebut sekaligus melepaskan beban beradaptasi dengan kurikulum baru.

 Demikian yang dapat saya sampaikan untuk hari ini. Mohon maaf bila tanggapan" diatas tak  selalu tepat dihati masing - masing. Saya tahu tak semua poin yang dijelaskan diatas dapat dijelaskan sebagai sebuah keuntungan, bahkan mungkin ada diantaranya yang sebenarnya merupakan kerugian. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca, semoga bermanfaat di waktu mendatang. Sekian.

Saturday, November 8, 2014

Alternatif - alternatif menghitung kuadrat

   Sejak beberapa bulan sebelumnya saya sedikit mempelajari pola - pola dalam pengkuadratan angka - angka kurang dari 100. Meskipun panjang langkah - langkahnya relatif sama dengan cara pengkuadratan yang diajarkan di SD, namun proses ini memerlukan lebih sedikit tekanan/stress terhadap otak sebab setiap operasinya tidak memerlukan ingatan jangka pendek yang terlalu dalam. Berikut saya jelaskan cara - cara alternatif pengkuadratan yang telah saya teliti.

1. Mengetahui hasil kuadrat suatu bilangan genap dengan terlebih dahulu mengetahui hasil kuadrat dari setengah bilangan tersebut

Dalam kasus ini, misalkan kita ingin mengetahui berapa 26^2 ( 26 kuadrat ) yang sebenarnya jawabannya adalah 26*26 = 676. Bila kita mengetahui hasil kuadrat dari setengah dari bilangan tersebut ( 26/2 = 13, 13*13 = 169), maka untuk dapat mengetahui hasil 26^2 kita juga dapat mengkalikan 169 tersebut sebanyak 4 kali. Jadi, 169*4 = 676.

Kesimpulan : 26^2 = 676  ,  26/2 = 13  ,  13^2 = 169  ,  169*4 = 26^2 = 676.

Belum terlalu paham? Mari coba menggunakan bilangan lainnya...
- Saya ingin tahu berapa 36^2 . Maka yang saya lakukan pertama - tama adalah membagi dua dari angka 36 tersebut, yaitu 18. Saya tahu berapa hasil dari 18^2, yaitu 324. Dengan mengetahui hasil dari 18^2 tersebut, saya dapat mengalikan hasil tersebut sebanyak 4 kali untuk mendapat hasil dari 36^2, demikian 324*4 = 36^2 = 1296.

- Saya ingin tahu berapa 48^2. Maka yang saya lakukan pertama - tama adalah membagi dua dari angka 48 tersebut, yaitu 24. Sayangnya, saya tidak mengetahui berapakah 24^2 tersebut. Oleh karena itu, saya kembali membagi dua dari angka 24 tersebut, yaitu 12. Saya tahu berapa hasil dari 12^2, yaitu 144. Dengan mengeahui hasil dari 12^2 tersebut, saya dapat mengkalikan hasil tersebut sebanyak 4 kali untuk mendapatkan hasil dari 24^2, demikian 144*4 = 24^2 = 576. Namun, itu barulah hasil dari 24^2, sedangkan yang ingin saya ketahui adalah 48^2. Oleh karena itu, hasil dari 24^2 tadi kembali saya kalikan 4, demikian 576*4 = 48^2 = 2304.

   Satu tip dari saya adalah jangan langsung mengkalikan sebanyak 4 kali karena akan memusingkan otak, namun kalikanlah sebanyak 2 kali, lalu setelahnya kalikan lagi sebanyak 2 kali. Harap diingat juga bahwa ini hanya berlaku pada bilangan genap, dan tak berlaku untuk bilangan ganjil. 

2. Mengetahui hasil kuadrat dengan melakukan penambahan atau pengurangan selisih

Dalam kasus ini, misalkan saja saya ingin mengetahui berapakah 36^2, namun yang saya ketahui adalah hasil dari 35^2 yaitu 35*35 = 1225. Dengan mengkalikan 2 pada angka 36 tersebut, lalu mengurangi sebanyak 1 angka dari hasilnya, saya dapap mengetahui jawaban dari 36^2 dengan menambahkan angka 1225 tersebut dengan hasil pengkalian tersebut. Hasil pengkalian tersebut berarti adalah 36*2 - 1 = 71. Lalu ditambahkan dengan angka 1225 berarti 1225 + 71 = 36^2 = 1296.

   Setelah melakukan perkalian 2 dari angka 36 tadi, harus ada pengurangan sebanyak 1 angka sebab bilangan yang ingin kita ketahui hasil kuadratnya (36^2) lebih besar dari bilangan yang dari awal kita ketahui hasil kuadratnya (23^2 = 1225 ).  Namun, pengurangan tersebut harus diganti menjadi penambahan, dan penambahan yang terjadi pada angka 1225 akan berubah menjadi pengurangan, bilamana bilangan yang ingin kita ketahui kuadratnya lebih kecil dari bilangan yang sudah kita ketahui hasil kuadratnya. Buktinya? Silahkan lihat contoh dibawah ini.

Dalam kasus yang kedua, dimana  bilangan yang ingin kita ketahui kuadratnya lebih kecil dari bilangan yang sudah kita ketahui hasil kuadratnya, misalkan kita ingin mengetahui berapakah 23^2, sedangkan yang kita ketahui adalah 24^2 yaitu 576. Yang pertama dilakukan adalah mengkalikan 2 dari angka 23 tersebut, lalu menambahkan sebanyak 1 angka dari hasilnya, demikian 23*2 + 1 = 47. Lalu, untuk menemukan berapakah 23^2, saya harus mengurangi hasil dari 24^2 dengan angka 47 tersebut, demikian 576 - 47 = 23^2 = 529


Dari kasus kedua diatas yang baru saja saya jelaskan, dalam mencari 23^2 bisa saja kita  tidak mengambil angka 24^2 sebagai perbandingan. Angka - angka yang mendekati 23 seperti 22, 21, 25, dsb, juga dapat menjadi acuan perbandingan, namun rumus-nya pun juga akan berbeda. Sebelum terlanjur semakin bingung, silahkan cermati dulu contoh lainnya yang juga menggunakan metode ini.
- Saya ingin mengetahui berapa 98^2. Saya memilih menggunakan 97^2 sebagai perbandingan. Oleh karena bilangan yang ingin kita ketahui hasil kuadratnya (98^2) lebih besar dari bilangan yang kita gunakan sebagai perbandingan (97^2) maka saya nantinya melakukan pengurangan sebanyak 1 angka dan lalu menambahkan hasil kuadrat dari 97^2. Jadi, saya mengkalikan 2 dari angka 97 lalu menguranginya sebanyak 1 angka, demikian 97*2 - 1 = 195. Yang terakhir, saya menambahkan kuadrat dari 97 (9409) dengan angka 195 tersebut, demikian 9409 + 195 = 98^2 = 9604.

3. Mengetahui hasi kuadrat dengan menyusun bilangan - bilangan yang akan dijumlahkan

Ini adalah cara yang paling memudahkan namun juga yang paling memakan waktu. Dengan hanya mengetahui berapa hasil kuadrat dari bilangan 1-9, kita dapat menemukan kuadrat dari 10-100.

Caranya adalah dengan menemukan kuadrat dari angka terdepan dan angka paling belakang, dan menjumlahkannya bersama dengan hasil perkalian sebanyak 20 kali dari angka paling belakang. Berikut contohnya : 


Saya ingin mengetahui berapakah 62*62. Angka terdepan (terbesar/terdominan) dari bilangan tersebut adalah 6, dan angka terbelakang (terkecil/paling tidak dominan) dari bilangan tersebut adalah 2.

1. Saya pertama - tama menentukan kuadrat dari angka terdepan, yaitu 6, yaitu 6*6 = 36, lalu menambahkan dua angka 0 dibelakangnya menjadi 3600.
2. Saya kemudian menentukan kuadrat dari angka terbelakang, yaitu 2, yaitu 2*2 = 4. Angka ini akan diingat sebagai angka paling belakang dari hasil pengkuadratan nanti.
3. Saya kemudian melakukan operasi sebagai berikut : angka terbelakang dari 62, yaitu 2, saya kalikan 20, sehingga 2*20 = 40. Kemudian angka 40 tersebut saya kalikan dengan angka terdepan, yaitu 6, sehingga 40*6 = 240.
4. Terakhir, saya menjumlahkan bilangan - bilangan yang terbentuk dari langkah no 1 hingga nomor 3. Demikian 3600 + 4 + 240 = 62^2 = 3844.

Dibanding 2 metode alternatif yang telah saya jelaskan sebelumnya, metode ini adalah yang paling menghasilkan tekanan ( stress ) di otak. Saya akan berikan 1 contoh lagi menggunakan metode ini.

Saya ingin mengetahui berapakah 86^2. Angka terdepannya adalah 8, sedangkan angka paling belakangnya adalah 6.

1. Saya pertama - tama mengingat kuadrat dari angka terdepan, yaitu 8*8 = 64, dan menambahkan dua angka 0 dibelakannya menjadi 6400.
2. Kemudian saya mengingat-ingat kuadrat dari angka terbelakang, yaitu 6*6 = 36.
3. Kemudian saya melakukan operasi berikut : angka terbelakangnya saya kalikan 20, sehingga 6*20 = 120. Kemudian angka 120 tersebut saya kalikan dengan angka terdepan, yakni 120*8 = 960.
4. Terakhir, saya menjumlahkan bilangan - bilangan tersebut. Demikian 6400 + 36 + 960 = 7396.

   Akhir kata, menurut saya metode - metode alternatif seperti ini lebih mudah dibiasakan dibanding cara pengkuadratan yang diajarkan disekolah. Harap diingat bahwa ketiga rumus yang dijelaskan diatas hanya berlaku untuk pengkuadratan bilangan dibawah 100. Pengkuadratan bilangan diatas 100 akan memerlukan rumus yang berbeda, namun memiliki pola yang cukup sama. Pada intinya, semakin besar bilangan yang ingin diketahui kuadratnya, maka semakin banyak tekanan atau stress yang ditimbulkan oleh karena memori jangka pendek kita yang terbatas. Anda bebas bertanya dikolom komentar bila masih belum mendapat pemahaman sempurna terhadap penjelasan yang saya berikan. Saya rasa sekian dulu entri saya untuk hari ini. Terimakasih

Wednesday, November 5, 2014

Cara Ekspor - Impor Database Lagu EasyWorship

   EasyWorship digunakan secara luas sebagai software yang menampilkan representasi visual feedback kepada jemaat pada waktu ibadah gereja. EasyWorship dapat digunakan untuk menampilkan teks lirik lagu, teks pengumuman, dan ayat - ayat Alkitab dengan dilatarbelakangi gambar atau video. EasyWorship memudahkan jemaat menelaah dan mengingat lirik lagu - lagu pujian. Gereja yang rutin saya hadiri adalah gereja GBI Bethesda yang berletak di Sarua, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sudah berdiri sejak generasi sebelum saya. Dulu, menampilkan lirik lagu belum menggunakan OHP, namun masih menggunakan mesin pemantul cahaya terhadap kertas gelap. Kini, dapat dikatakan sudah cukup banyak lagu yang tersedia di database EasyWorship di gereja saya. Untungnya, saya berhasil memindahkan database lagu - lagu tersebut ke komputer saya. 

   Database lagu di EasyWorship ( mulai versi 2009 ) disimpan dalam sebuah file bernamakan "Songs.MB". File ini terletak di